Senin, 30 Juli 2012

JARINGAN PADA HEWAN


Dalam arti luas jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama. Sedangkan jaringan pada hewan yaitu sel-sel yang melakukan fungsi yang khusus berkelompok untuk membentuk jaringan. Beberapa jaringan berkelompok membentuk organ.
Pada bagian ini akan membahas tentang struktur jaringan hewan vetebrata dan mengaitkannya dengan fungsi.
Tubuh vetebrata tersusun atas empat tingkatan organisasi kehidupan, yaitu sel, jaringan, organ, dan system organ. Berbagai macam sel yang menyusun tubuh vetebrata mengalami diferensiasi dan spesialisasi pada masa pertumbuhan dan perkembangan embrio. Embrio berkembang dengan membentuk tiga lapisan embrional. Susunan lapisan embrional dari luar ke dalam adalah lapisan ektoderm, lapisan mesoderm, dan lapisan endoderm.
            Selanjutnya keseluruhan bagian tubuh dibentuk dari hasil diferensiasi dan spesialisasi ketiga lapisan embrional ini.
Ø  Ektoderm : berkembangan menjadi sel-sel kulit dan sistem saraf.
Ø  Mesoderm : berkembang menjadi sel-sel dari organ diantara ectoderm dan endoderm, seperti otot, pembuluh darah, tulang, alat reproduksi, dan ginjal.
Ø  Endoderm : berkembang menjadi sel-sel pada organ pencernaan, pernapasan, dan kelenjar-kelenjar penyusun system pencernaan dan pernapasan.
Jaringan primer tubuh hewan besel banyak meliputi empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Kumpulan beberapa jaringan bekerja sama dan bersosialisasi membentuk organ.
A.     Jaringan Epitel
Jaringan  epitel merupakan jaringan yang melapisi seluruh permukaan tubuh. Jaringan epitel tersusun  atas satu lapis atau banyak sel yang melapisi bagian dalam dan luar permukaan tubuh suatu organisme. Epitel yang melapisi bagian dalam disebut endotelium.
Fungsi jaringan epitel bermacam-macam yaitu :
a.      Proteksi atau perlindungan, misalnya pada kulit
b.      Absorpsi, misalnya epitel pada lapisan dinding usus halus
c.       Sekresi misalnya pada kelenjar buntu
d.      Dsb
Karakteristik jaringan epitel adalah sel-selnya yang berkaitan rapat dan ruang antarsel yang kecil. Jaringan ini memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan adanya membrane basal (dasar) dibagian lapisan epitel. Membran ini tersusun atas serabut kolagen.
B.      Jaringan ikat
Jaringan pengikat merupakan jaringan yang berkembang dari lapisan embrional mesoderm dengan berbagai bentuk. Jaringan ini memiliki cairan ekstraseluler yang dikenal sebagai cairan matriks.
Fungsi jaringan pengikat adalah sebagai penghubung, penunjang, dan pengikat berbagai jaringan dan organ. Selain itu, ada pula fungsi lainnya, diantaranya untuk menyimpan lemak.
Berdasarkan tahap perkembangannya jaringan pengikat terbagi atas jaringan pengikat embrional dan jaringan pengikat dewasa.
1.      Jaringan Ikat Embrional
Jaringan ikat embrional merupakan yang terdapat pada individu yang masih berada dalam kandungan induknya. Jaringan ini dikenal sebagai jaringan mesenkim. Adapun jaringan mukosa, yaitu jaringan pengikat embrional yang hanya terdapat pada tali pusar dan vitreous humor bola mata.
2.      Jaringan Ikat Sesungguhnya
Jaringan ikat sesungguhnya terdiri atas jaringan pengikat longgar, jaringan pengikat padat, jaringan pengikat retikuler, dan jaringan lemak.
a.      Jaringan pengikat longgar
Jaringan ikat longgar merupakan jaringan yang paling umum ditemukan di dalam tubuh manusia. Jaringan ini terdiri atas matriks yang mengandung serabut kolagen, elastis dan retikuler. Memiliki sel makrofage, sel fibroblas dan mastocit (mat cell). Pembuluh darah dan saraf dibungkus oleh jaringan ini. Fungsi :
v  Prokteksi organ saraf dan pembuluh darah
v  Pembungkus organ dalam
v  Pengikat kulit dengan jaringan di bawahnya
v  Penghubung bagian-bagian jaringan lain.
                      
b.      Jaringan pengikat padat
Jaringan ikat padat memiliki matriks yang terbentuk dari serabut kolagen yang padat. Terdapat pada selaput urat, fasia (jaringan pengikat yang bentuknya lembaran yang membungkus otot dan tendon). Berfungsi sebagai proteksi, penyokong, penghubung otot dengan tulang.
c.       Jaringan serat retikuler
Jaringan serat retikuler tersusun oleh serat retikuler. Jaringan ini banyak ditemukan di dalam makrofag dan jaringan limfoid.
d.      Jaringan pengikat lemak (Adiposa)
Jaringan adiposa menyimpan lemak di dalam sel adipose yang relatif berukuran besar. Sel-selnya tersusun rapat dalam suatu matriks yang tipis. Selnya berasal dari fibroblas. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat penyimpanan energi.
3.      Jaringan Pengikat Khusus (Penyokong)
Jaringan pengikat khusus merupakan jaringan yang mempunyai karekteristik dan fungsi khusus. Jaringan ini meliputi jaringan tulang keras, tulang rawan, dan jaringan darah.
a.      Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Jaringan tulang rawan merupakan jaringan yang tidak memiliki pembuluh darah dan saraf, kecuali pada lapisan luarnya. Jenis kartilago dapat dibedakan berdasarkan kandungan matriksnya, yaitu kartilago hialin, kartilago fibrosa, dan kartilago elastis.

a.      Jaringan Tulang Keras
Tulang merupakan jaringan pengikat berstruktur kaku yang memiliki serabut kolagen. Selain itu, jaringan tulang mempunyai saluran yang disebut system kanalikuli, pembuluh darah, dan substansi interseluler. Saluran kanalikuli berperan dalam menyuplai makanan bagi sel tulang (osteosit).
Ditinjau dari susunan matriknya, jaringan tulang dikelompokan menjadi:
1.      Jaringan tulang kompak bila matriksnya rapat.
2.      Jaringan tulang spons (bunga karang) bila matriksnya berongga.
b.      Jaringan Darah
Darah adalah jaringan berupa cairan tubuh yang dialirkan melalui pembuluh darah. Darah merupakan jaringan pengikat yang memiliki ciri, antara lain:
1.      Substansi interselulernya berupa cairan yang disebut plasma.
2.      Di dalam plasma terdapat tiga tipe sel, yaitu: eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping-keping darah).
3.      Darah beredar dari jantung ke dalam pembuluh darah nadi, pembuluh darah balik dan kapiler ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.
Pada umumnya, darah berfungsi mengatur suhu tubuh dan beberapa fungsi yang lain berdasarkan jenis selnya.
c.       Limfe
Limfe adalah jaringan getah bening yang mengangkut protein, lemak, dan zat-zat lain dari jaringan tubuh ke dalam darah. Komponen selulernya berupa limfosit dan granulisot. Berfungsi sebagai transportasi cairan jaringan air, glukosa, lemak, protein, dan zat-zat lain dari jaringan ke peredaraan darah.


A.     Jaringan Otot
Jaringan otot mengandung berkas-berkas sel panjang yang dinamakan serabut otot. Sifat jaringan otot adalah elastis, dapat diregangkan, dapat dirangsang dan dapat menebal atau memendek. Adapun fungsi jaringan otot adalah melaksanakan gerak pada tubuh makhluk hidup dan sebagainya.
Jaringan otot dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu otot polos, otot rangka, dan otot jantung.
A.     Jaringan Saraf
Jaringan saraf terdiri atas sel saraf (neuron) dan sel pendukung (neuroglia). Jaringan saraf berkembang dari lapisan ektoderm embrio. Neuron berfungsi secara khusus untuk menghasilkan dan menghantarkan rangsang.  Setiap neuron terdiri atas tiga bagian, yaitu badan sel, dendrit, dan akson. Selubung mielin merupakan suatu lapisan membran yang membungkus akson. Neuron diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan jumlah (jenis) polarnya. Berdasarkan fungsinya dibedakan atas neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron konektor.
Sebuah sel saraf terdiri atas:
a.      Badan sel yang di dalamnya terdapat neuron plasma.
b.      Dendrit, yaitu penjuluran plasma yang membawa rangsang masuk ke badan sel akson.
c.       Akson (neurit), penjuluran plasma yang membawa rangsang ke luar badan sel.
d.      Neurilema, bagian sel saraf yang berfungsi untuk regenerasi dendrit dan akson yang sudah rusak.
e.      Sel Schwan, berfungsi untuk proteksi dan penyokong akson.
f.        Selubung meilin, berfungsi untuk proteksi, isolator, nutrisi bagian neuron.
g.      Nodus ranvier, untuk mempercepat perpindahan rangsang.


Jaringan saraf berfungsi untuk menghantarkan rangsangan (implus) dari bagian tubuh yang satu ke bagian yang lain.
B.      Organ Hewan
Organ hewan merupakan kumpulan bermacam-macam jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Misalnya, organ kulit yang terdiri atas jaringan ikat, epitel, otot, pembuluh darah, dan saraf.
Berdasarkan letaknya, organ hewan dibedakan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Beberapa organ hewan akan saling bekerja sama melangsungkan suatu fungsi tertentu dan membentuk sistem organ.
C.      Pemanfaatan pengetahuan tentang jaringan hewan
Pengetahuan tentang jaringan hewan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kerusakan jaringan (organ). Kerusakan jaringan (organ) banyak terjadi pada korban luka bakar. Dan mengetahui tentang jaringan hewan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar